Shape Shape Shape Shape
Tandu Evakuasi: Pilih yang Tepat untuk P3K di Tempat Kerja

Tandu Evakuasi: Pilih yang Tepat untuk P3K di Tempat Kerja

Pentingnya Tandu dalam Evakuasi Medis: Panduan K3 Pertolongan Pertama

Dalam dunia Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), proses evakuasi korban cedera bukan sekadar memindahkan orang dari satu tempat ke tempat lain. Kesalahan dalam teknik pengangkutan dapat memperparah cedera, terutama pada kasus trauma tulang belakang atau patah tulang.

Tandu (Stretcher) hadir sebagai alat transportasi utama untuk menjaga stabilitas tubuh korban selama proses pemindahan menuju fasilitas kesehatan.

Mengapa Pemilihan Tandu Begitu Krusial?

Penggunaan tandu bertujuan untuk:

  1. Imobilisasi: Menjaga posisi tubuh agar tidak banyak bergerak.
  2. Keamanan: Mengurangi risiko terjatuh saat melewati medan sulit.
  3. Ergonomi Penolong: Memudahkan tim medis/evakuasi dalam mendistribusikan beban secara merata.
Jenis-Jenis Tandu dan Fungsinya

Setiap medan darurat membutuhkan spesifikasi alat yang berbeda. Berikut adalah jenis tandu yang umum digunakan dalam prosedur K3:

Tandu

1. Tandu Lipat (Folding Stretcher)

Tandu ini adalah standar dasar dalam kotak P3K perusahaan atau sekolah. Biasanya terbuat dari bahan kanvas atau nilon dengan rangka aluminium.

  1. Keunggulan: Sangat ringan dan hemat ruang karena bisa dilipat menjadi kecil. Mudah dibawa oleh satu orang ke lokasi kejadian yang jauh dari ambulans.
  2. Kekurangan: Tidak memiliki perlindungan samping, sehingga korban berisiko terjatuh jika medan tidak rata. Tidak cocok untuk cedera tulang belakang karena permukaannya yang lentur (bisa melengkung).
  3. Kapan Digunakan: Untuk korban pingsan atau cedera ringan yang tidak melibatkan trauma tulang, di mana kecepatan evakuasi adalah prioritas.
2. Tandu Scoop (Scoop Stretcher)

Tandu unik ini bisa dipisah menjadi dua bagian secara vertikal. Cara kerjanya adalah dengan "menyelipkan" masing-masing bagian ke bawah tubuh korban tanpa harus mengangkat atau memiringkan tubuh mereka secara signifikan.

  1. Keunggulan: Meminimalisir gerakan tubuh korban. Sangat efektif untuk memindahkan korban dari tanah ke spine board atau tempat tidur rumah sakit.
  2. Kekurangan: Konstruksinya yang biasanya dari logam/aluminium membuatnya terasa dingin dan keras bagi korban. Tidak boleh digunakan untuk membawa korban dalam jarak jauh karena kurang stabil jika tidak segera dipindahkan ke tandu lain.
  3. Kapan Digunakan: Khusus untuk memindahkan korban yang diduga mengalami patah tulang panggul atau tulang belakang dari posisi tergeletak.
3. Tandu Basket (Basket/Stokes Stretcher)

Seperti namanya, tandu ini berbentuk keranjang yang membungkus seluruh tubuh korban.

  1. Keunggulan: Memberikan perlindungan maksimal. Dilengkapi dengan sistem pengikat yang sangat aman sehingga korban tidak akan bergeser meskipun tandu dimiringkan atau diangkat secara vertikal.
  2. Kekurangan: Ukurannya besar, berat, dan sulit dibawa melalui lorong sempit atau ruangan kecil. Membutuhkan banyak personel untuk mengangkatnya secara manual.
  3. Kapan Digunakan: Evakuasi di medan berat (tambang, jurang), evakuasi menggunakan helikopter (lifting), atau di area konstruksi yang tinggi.
4. Spine Board (Long Spine Board)

Papan datar yang sangat kaku, biasanya berwarna cerah (kuning/oranye) dan terbuat dari plastik khusus yang tidak menyerap cairan tubuh.

  1. Keunggulan: Menjamin imobilisasi total pada tulang belakang. Terapung di air dan biasanya X-ray compatible (korban tidak perlu diturunkan dari papan saat difoto rontgen). Memiliki banyak lubang pegangan di sekelilingnya.
  2. Kekurangan: Sangat tidak nyaman karena permukaannya yang sangat keras. Jika korban dibiarkan terlalu lama di atasnya tanpa bantalan, bisa menyebabkan luka tekan (pressure sores).
  3. Kapan Digunakan: Kasus kecelakaan lalu lintas, jatuh dari ketinggian, atau semua kondisi di mana ada kecurigaan cedera saraf tulang belakang.
Prinsip Dasar Penggunaan Tandu yang Aman

Agar proses evakuasi berjalan lancar dan aman, perhatikan langkah-langkah berikut:

  1. Komunikasi adalah Kunci: Leader (biasanya di bagian kepala) harus memberikan aba-aba yang jelas ("Satu, dua, angkat!") agar beban terangkat serentak.
  2. Posisi Kaki Penolong: Gunakan kekuatan otot kaki saat mengangkat, bukan punggung, untuk menghindari cedera pada penolong.
  3. Arah Jalan: Secara umum, kaki korban berada di depan saat berjalan, kecuali saat naik tangga atau masuk ke ambulans (kepala di depan) agar kondisi pernapasan terpantau.
  4. Keamanan Korban: Pastikan sabuk pengaman (straps) terpasang dengan kencang namun tidak menghambat aliran darah.

Tandu evakuasi hanyalah alat, keahlian Anda adalah kunci penyelamatan. Jangan biarkan ketidaktahuan menghambat pertolongan pertama di tempat kerja. Tingkatkan kompetensi tim Anda melalui Sertifikasi Petugas P3K Kemnaker RI bersama Artha Safety Indonesia. Pastikan setiap nyawa tertangani oleh tangan yang ahli!